Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts
Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts

Wednesday, May 14, 2008

Bukan karena Baca Sambil Tiduran

Tidak ada hubungan antara posisi tidur sambil membaca dan timbulnya kelainan mata. Tapi justru lampu yang menerangi tulisan tersebut, yang amat merpengaruh terhadap kesehatan mata.

Oleh karena itu merawat mata menjadi penting, dengan melakukan perlindungan dan memperlakukannya secara hati-hati agar tidak terancam pelbagai gangguan yang tak perlu.

Mata termasuk organ tubuh yang sangat vital. Kalau indera penglihatan ini terganggu, segala aktivitas kita pastilah ikut

terganggu. Sekadar kena kelilip saja, kita sudah uring-uringan. Oleh sebab itu dr. H. Raman R. Saman dari RS Mata Prof. Dr. Isak Salim Aini, Jakarta, mengingatkan, betapa pentingnya pelindung mata bagi para pengendara sepeda motor. Terpaan angin, debu, dan terik sinar matahari yang mengandung ultra violet, berpeluang mengganggu kesehatan mata.

Serpihan benda padat, zat kimia, atau serangga yang masuk ke mata bisa menyebabkan infeksi mata (konjungtivitis) dengan gejala merah, pedih, atau belekan. Bisa juga mengakibatkan infeksi kornea (keratitis) yang dapat meninggalkan bekas luka parut setelah sembuh, bercak putih tipis (nebula) atau tebal (makula).

Kondisi yang lebih parah kalau tumbuh pterygeum (semacam daging tumbuh) yang menutupi kornea mata. Kelainan yang di dasari oleh bakat ini, bila ukurannya masih kecil (kurang dari 1 mm) dan tidak menimbulkan gangguan (merah, pedih, rasa mengganjal pada mata) tidak apa apa, terutama kalau usia penderita masih di bawah 40 tahun.

Namun, kalau membesar sampai mendekati lingkaran pupil, sering merah, dan terasa pedih, serta usia penderita di atas 40 tahun, sebaiknya segera diatasi. Dokter biasanya akan melakukan pengikisan lewat pembedahan. Pembedahan yang hanya berlangsung 15 menit itu jarang dilakukan pada penderita usia di bawah 40 tahun, sebab kemungkinan timbul kembali lebih besar.

Pelindung mata itu boleh berupa helm atau kacamata. Helm yang baik, menurut dr. Saman, dilengkapi visor (kaca plastik yang dapat dinaikturunkan seperti helm pilot pesawat tempur). Kacamata yang baik terbuat dari plastik yang tidak mudah pecah dan posisinya ketika dipakai rapat pada kulit dahi dan pipi.

Sebaiknya, dipilih lensa photosun atau photogrey yang dapat meredupkan cahaya yang terlalu silau atau menjadikan terang di saat hari mulai gelap. Lensa warna hijau lebih sejuk karena pandangan sekeliling dominan berwarna hijau. Dengan warna hijau pula, semua warna lain tersaring, kecuali hijau. Atau warna abu-abu yang bersifat netral dan mampu memfilter semua warna. Dengan mengenakan kacamata hijau atau abu-abu, cahaya yang sampai ke retina mata lebih redup.

Kacamata pelindung juga wajib �hukum�-nya untuk dikenakan para pekerja pabrik seperti pabrik baja, aki, tekstil, peniup gelas, serta pengelas, penggurinda, dan pengecor besi. Jika selaput bening mata atau kornea terkena zat H2SO4 (asam sulfat) dari aki atau uap formalin dari tekstil, sel-sel pembentuk air matanya terganggu.

Tidak kalah bahayanya adalah pengaruh panas pengecoran besi atau baja yang bisa mempercepat terjadinya katarak. Dibandingkan dengan di negara-negara dingin atau empat musim, penduduk negara tropis umumnya lebih cepat terkena katarak atau pterygeum karena pengaruh panas, debu, serta angin.

Kebiasaan minum alkohol atau arak berkualitas rendah, menurut dr. Saman, juga bisa merusak mata sehingga buta akibat saraf matanya mati. Penderita buta permanen ini umumnya organ matanya seperti kornea, lensa, retina, pupil, bola mata, tidak mengalami kecacatan. Orang lalu terkelabui oleh cacat mata seperti ini.

Membaca sambil berbaring

Benarkah kebiasaan membaca sambil tiduran ada hubungannya dengan gangguan mata minus ?

�Bukan posisi membacanya yang sebenarnya menyebabkan mata rusak, tetapi lampu yang menerangi tulisan,� jelas dr. Saman. �Jadi, tidak ada hubungan antara posisi tidur sambil membaca dan timbulnya kelainan mata.�

Pada posisi membaca sambil duduk, lampu yang menerangi biasanya datang dari atas, sehingga posisi membaca demikian ini dinilai paling baik. Namun, tidak ada salahnya mengingatkan anak anak, atau siapa pun, untuk tidak membaca sambil tiduran, apalagi kalau penerangan lampu tidak cukup.

Untuk keperluan membaca, atau juga melakukan pekerjaan tangan yang rumit seperti menisik, menjahit, melukis, dsb., disarankan menggunakan penerangan dengan bola lampu susu 40 watt. Sebaiknya sinarnya di pusatkan ke objek bacaan atau pekerjaan yang dilakukan.

�Bola lampu susu tidak silau karena ada filternya. Sedangkan lampu neon tidak disarankan karena sinarnya berupa getaran,� tutur dr. Saman. Lampu duduk dengan bohlam 60 watt dinilai terlalu terang, sebaliknya di bawah 40 watt terlalu redup. Kurangnya penerangan yang cukup menyebabkan kerja Otot terlalu berat sehingga mata mudah lelah dan pedih, dan ini mempercepat timbulnya kelainan miopia (rabun jauh atau cadok) terutama pada seseorang yang punya bakat.

Dr. Saman menolak mitos bahwa pencegahan miopia (mata minus) atau hipermetropia (mata plus) bisa dilakukan dengan makan wortel.

Menurut ilmu kedokteran mata, itu tidak benar. �Wortel memang banyak mengandung vitamin A dan bagus untuk kesehatan, namun tidak untuk mencegah miopia,� tegasnya. BegitU pun air sirih yang dikatakan bagus untuk mencuci mata, sebenarnya sama saja fungsinya jika mencuci mata dengan air bersih atau boorwater (air suci hama pencuci mata).

Pengecekan untuk mengetahui apakah mata Anda masih normal atau tidak, bisa dilakukan sendiri secara sederhana di rumah. Anak yang matanya sering dikedip-kedipkan, digosok-gosok, atau dikerutkan, bisa dites penglihatannya dengan menyuruh dia membaca angka-angka kalender dari jarak tententu. Cara ini bisa pula dilakukan di sekolah bila guru mencurigai muridnya mempunyai kelainan mata.

Mereka yang hobi berenang sering mengalami mata merah setelah berenang. Hal itu tidak perlu dicemaskan karena akan pulih kembali dengan sendirinya. Mata merah demikian umumnya bukan akibat dari kemasukan bakteri, tetapi karena kaporit pada air kolam renang. Kaporit atau sabun justru mengandung anti septik.

Sementara itu jika Anda terserang penyakit mata merah akibat virus, atau lebih populer dengan belekan sebenarnya, menurut Raman, cukup diatasi dengan beristirahat saja. Biasanya setelah 3 hari akan sembuh dengan sendirinya karena air mata sudah mengandung antiseptik. Namun, belekan ini memang sangat menular, sehingga mereka yang tinggal bersama penderita hendaknya diberi pencegah berupa obat tetes mata yang mengandung antibiotik selama beberapa hari dan menjauh dari penderita.

Pengaruh gelombang elektromagnetik pada komputer atau televisi pun tidak berakibat buruk pada mata, selama tidak terjadi kebocoran magnet pada kedua perangkat tersebut yang bisa membahayakan retina mata. Namun jarak menonton televisi perlu dijaga, setidaknya tujuh kali lebar televisi.

Kalau Anda bekerja di depan komputer dan setelah beberapa saat mata terasa pedih atau capek, sebaiknya beristirahat sebentar barang 10 menit. Sementara beristirahat, pandangan mata sebentar diarahkan ke pemandangan yang jauh atau banyak pepohonan hijau agar terasa sejuk kembali.

Bila bangun pagi mata terasa capek atau pedih, cobalah teliti secara cermat apakah pada malam sebelumnya Anda terlalu lama membaca atau bekerja di depan televisi? Kalau demikian, sebenarnya tidak perlu cemas, sebab dengan cukup istirahat di malam berikutnya, mata Anda akan kembali sehat. Namun, dr. Raman mengingatkan, kalau tiba-tiba mata kita sakit, merah, atau pedih, dan sampai tiga hari keadaannya malah semakin parah, hendaknya segera ke dokter, agar kelaian atau penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin. Sebelum ke dokter, untuk sementara mata bisa diberi obat tetes atau salep mata yang mengandung antibiotik.

Kapan perlu obat tetes ?

Menghadapi gangguan mata, sering kali timbul pertanyaan, apakah obat tetes mata yang diperjualbelikan di pasaran bisa menjamin mata dari serangan penyakit atau masuknya bakteri ?

Menurut dr. Saman, mata manusia sudah dilengkapi dengan sistem perlindungan yang baik, seperti bulu mata, alis mata, refleks kedip, serta air mata yang mempunyai susunan kimia tertentu yang tidak ada tandingannya. Karena itu, obat tetes diperlukan pada kondisi tertentu saja. Misalnya, pada penderita mata kering atau produksi air mata kurang karena faktor usia, penderita kelainan glaukoma (tekanan bola mata yang terlalu tinggi), terkena infeksi atau alergi.

Itu pun harus atas anjuran dokter mengingat ada obat tetes mata di pasar bebas yang mengandung zat penyempit, atau pengerut pembuluh mata (vasoconstriction). Obat ini dalam sekejap memang bisa menghilangkan merah mata akibat terkena debu atau kotoran. Namun, bila digunakan dalam waktu lama, bisa sebagai pencetus kelainan glaukoma terutama bagi mereka yang berbakat.

Ada pula obat tetes mata yang mengandung katalin, yang konon diklaim bisa menghambat kelainan katarak pun, sebenarnya kurang berfungsi. Cara satu-satunya mengobati katarak adalah dengan operasi.

Untuk menguji apakah mata kekurangan air atau tidak, biasanya dokter melakukan tes schilmer atau menggunakan semacam kertas plui (penyerap air) selama 5 menit. Kalau air mata yang terserap hanya 1 - 5 mm, berarti air mata dalam kondisi kurang. Di sinilah obat tetes air mata buatan (liar tears) diperlukan. �Ibarat sop yang kurang asin, tentu harus ditambah garam, bukan cabai atau gula. Jadi, pemakaian tetes mata harus tepat guna,� tegas dr. Saman.

Mata yang alergis dengan tanda-tanda seperti gatal, merah, dan ada kalanya keluar bintil-bintil kecil karena alergis terhadap debu atau serbuk tanaman, juga membutuhkan obat tetes mata yang bersifat disensitifisasi atau mencegah cetusan. Atau obat tetes antihistamin untuk menghilangkan gejala.

Sementara itu pemakaian boorwater yang juga dapat dibeli di apotek atau toko obat tidak dianjurkan digunakan secara rutin untuk mencuci mata. �Bila mata kelilipaan entah kemasukan pasir, bulu mata, atau debu, tidak perlu harus dicuci dengan boorwater. Dengan air bersih pun cukup,� kata dr. Saman.

Tuesday, May 13, 2008

Latihan Fisik Teratur Dapat Gantikan Fungsi Viagra

Setelah melakukan penelitian selama 2 tahun, tim dari Cologne University Medical Center di Jerman, menyimpulkan bahwa melakukan latihan fisik secara teratur mempunyai efek yang sama efektifnya dengan memakai viagra.

Penelitian ini menunjukkan otot bagian panggul dapat dibantu dengan penegangan, sehingga para peneliti mengharapkan penemuan ini dapat membawa manfaat bagi dunia kesehatan, kata Dr. Frank Sommer ketua peneliti. "Kami cukup terkejut melihat cara kerjanya yang sangat efektif" katanya

Dalam tes yang dilakukan pada 104 pasien yang memiliki masalah dengan peredaran sildenafil. Mereka disuruh melakukan latihan fisik secara teratur selama 3 minggu. 80% partisipan dilaporkan memperoleh kemajuan saat bereksi.

Program latihan ini difokuskan pada gerakan kaki dan pantat. Tujuannya yaitu memperlancar peredaran darah menuju panggul. Pria yang menjalani latihan juga dihitung aliran darahnya setelah ereksi. Setelah menjalani latihan selama 3 bulan, 46% diantaranya mengalami perkembangan saat ereksi.

Sommer menilai latihan ini merupakan cara perawatan yang mengagumkan untuk para pasien yang bermasalah dengan peredaran darahnya.

Setelah mendapatkan pengakuan dari European Association of Urology, para peneliti tengah sibuk mempersiapkan untuk memperkenalkan hasil penemuannya pada publik.

Tak Bisa Hentikan Kebiasaan Buruk?Salahkan Gen Anda!

Tidak dapat berhenti merokok? Minum terlalu banyak? Salahkan gen Anda!

Ilmuwan dari Penelitian Kanker Inggris belum lama menyatakan ini bahwa gen dapat mempengaruhi kebiasaan manusia dan dapat disalahkan --sebagian-- untuk gaya hidup dan kebiasaan yang tidak sehat.

"Penelitian menemukan ada basis gen yang memastikan jenis dan sifat manusia yang mungkin sangat penting dan berpengaruh pada kebiasaan orang itu seperti merokok atau suatu kebiasaan yang tidak mampu mereka ubah," kata Dr. Marcus Munafo dari Penelitian Kanker Inggris di Oxford University.

Namun hal ini tak berarti kita mengasihi gen kita sendiri, tambah Munafo, karena ikatan keluarga, kerabat dan teman juga ikut andil dalam hal ini.

Dalam analisa ulang dari data yang diambil dari sekitar 46 studi yang melibatkan 20 ribu orang untuk menguji hubungan keturunan dan tingkah laku, Munafo dan relasinya menemukan jika genetic mempengaruhi kecanduan pada individu.

Neurotransmitters (pesan yang dibawa oleh sel-sel) serotonin dan dopamine memegang peranan penting karena disini para peneliti menekankan pada gen yang mengontrol zat-zat kimia yang memberi signal ke otak.

Sebuah hubungan yang mengidentifikasi hubungan antara gen serotonin transporter manusia dengan kecemasan kepribadian manusia yang dapat mempengaruhi kelemahan manusia terhadap penganiayaan.

Para peneliti juga mengamati hubungan yang lemah antara variasi dopamine D4 receptor dengan individu dengan kepribadian ekstrovert. Ternyata serotonin berhubungan dengan tingkah laku kecanduan.

“Kita sedang mencari individu dengan kepribadian yang tepat karena kita mengetahui bahwa neuroticism, misalnya berhubungan dengan atau tak berhubungan bahwa individu tersebut adalah seorang perokok…” ujar Munafo, seorang pakar psikologis.Munafo menambahkan jika mereka berupaya untuk memberi jalan antara gen dan tingkah laku yang tak sehat, meskipun kepribadian masih memegang peran utama.

”Kita tahu bagaimana individu yang ekstrovertt memiliki sebuah pengaruh untuk mencari kesalahan, sementara terdapat sebuah kecenderungan pada tingkah laku neurotic yangf berhubungan dengan intensitas kebiasaan serta perilaku saat belia yang membuat individu ini menjadi pecandu.

Munafo menuliskan penemuannya dalam sebuah jurnal Molecular Psychiatry yang dapat membantu para ilmuwan untuk mengatasi para pecandu alkohol dan narkoba atau tembakau.

Sukses Berdiet Meski Duduk Depan Komputer Tiap Hari

Seorang yang menjalani diet kerap mengeluh: bagaimana saya bisa mengurangi berat badan jika saya harus selalu duduk di depan komputer sepanjang hari?

Pertanyaan yang bagus ujar Melinda Hemmelgarn, MS, RD, seorang ahli gizi Universitas Missouri Columbia, Misouri.

Mengontrol berat badan hampir sama dengan perhitungan matematika – untuk mengurangi berat badan Anda harus membakar asupan kalori yang masuk dalam tubuh Anda.

Bekerja dan duduk di kursi sambil makan makanan kecil, dan hal tersebut sama saja dengan membunuh diri Anda sendiri.

Saran:

Untuk membuat meja Anda lebih potensial kita telah mensurvei beberapa orang yang melakukan diet serta ahli penurun berat badan, dan berikut ini beberapa trik yang mungkin dapat membantu Anda.

1. Makanlah dengan bijaksana.

“Banyak orang makan makanan kecil saat mereka duduk di bekerja di depan komputer,” ujar Hemmelgarn. Dan jika Anda termasuk salah satu dari mereka, cobalah untuk berpikir sehat sehingga Anda tidak akan terlalu terburu-buru menuju vending machine. Kita mengamati para pelaku diet menyarankan untuk menggunakan papan pesan dan jauhkan makanan-makann kecil dari meja Anda dan taruhlah di sebuah lemari yang letaknya cukup jauh.

2. Banyak minum.

Minumlah sedikitnya delapan gelas setiap hari dan usahakan untuk selalu menyimpan sebotol air mineral segar di meja Anda sepanjang hari.

3. Makan siang.

“Saya makan siang pada jam 11.30, dan saat makan siang tiba saya hanya makan separuh porsi,” kata seorang pelaku diet. Cobalah mengatur jadwal makan siang Anda. Hemmelgarn juga menyarankan untuk membawa makan siang dari rumah sehingga Anda dapat mengatur makan asupan kalori yang Anda makan.

4. Bergeraklah!

“Bahkan hanya selama sepuluh menit,” ujar Leanne Wagner, seorang pelatih olah tubuh professional yang berpusat di Los Angeles. “Cobalah untuk bergerak dan bangun kapan saja Anda sempat.”

5. Berlatih selama istirahat.

Berlatihlah sebelum dan sesudah bekerja unbtuk mengganti gerakan yang hilang saat Anda bekerja di depan komputer. “Jika rumah Anda dekat dengan tempat kerja Anda cobalah untuk selalu berjalan kaki setiap berangkat dan pulang. Jalan kaki juga mencegah Anda dari kemacetan dan Anda akan tiba di rumah pada jam yang sama,” saran Wagner.

“Tetapi jika Anda tidak sempat melakukan berolah raga cobalah untuk mengikuti senam atau bergabung dengan klub gym di wilayah Anda

6. Minta bantuan teman.

Carilah teman kerja yang juga mengalami masalah berat badan, sehingga Anda dapat saling memberi semangat sepanjang hari, makan siang yang sehat bersama serta berlatih bersama-sama saat istirahat. “Saya adalah seorang pengamat berat badan di tempat kerja,” tulis seorang pelaku diet di papan pesan. “Saya telah menjalin sebuah hubungan yang erat antar sesama teman (pelaku diet) di tempat kerja saya. Dan saya rasa hal tersbut sangat membantu keberhasilan diet saya".

7. Gunakan peralatan Anda.

Kunjungilah WeightWatchers.com sehingga komputer Anda bisa membantu Anda menjalankan rencana diet Anda. Gunakan waktu luang di sela-sela kerja Anda untuk mengganti kebiasaan makan makanan kecil dengan melakukan hal yang lain seperti mengisi jurnal.

Bir Tidak Menyebabkan Perut Buncit

Banyak minum bir ternyata tidak menyebabkan perut pria menjadi buncit ("beer belly"), menurut para ilmuwan. Peneliti di Inggris dan Republik Czechnya telah mensurvei hampir 2.000 orang Czechs, yang secara umum dikenal sebagai peminum bir terbesar di dunia.

Mereka menemukan bahwa tidak ada keterkaitan antara jumlah bir yang mereka minum dan ukuran perut mereka.

Menulis di European Journal of Clinical Nutrition, para peneliti mengklaim bahwa anggapan orang, perut mereka buncit karena terlalu banyak minum bir adalah salah.

Peminum Bir

Dr Martin Bobak dari University College London dan para kolega di Institute of Clinical and Experimental Medicine di Praha menanyai 891 pria Czechnya dan 1.098 wanita berumur antara 25-64 sebagai penelitian mereka.

Tradisi orang Czechnya, secara perorangan lebih banyak mengkonsumsi bir dibandingkan masyarakat di negara lain.

Semua pertanyaan adalah bagian penelitian yang diseleksi secara acak dan minum tanpa alcohol sama sekali atau hanya bir.

Survei menunjukkan bahwa para pria mengkonsumsi rata-rata 3,1 liter bir tiap minggu dan para wanitanya minum rata-rata 0,3 liter tiap minggu.

Hanya sedikit yang menjadi peminum berat. Hanya 3% pria yang minum lebih dari 14 liter bir dalam semunggu dan hanya 5 wanita yang secara umum menkonsumsi lebih dari 7 liter bir dalam semunggu.

Semua pertanyaan juga berdasarkan catatan kesehatan pendek.

Para dokter mengukur berat badan mereka dan pinggang mereka untuk mendapatkan rasio pinggang dan indeks massa tubuh, keduanya digunakan untuk mengukur obesitas.

Para ilmuwan tidak menemukan keterkaitan antara konsumsi bir dan obesitas.

Mereka menyatakan bahwa penemuan mereka menyakinkan bahwa minum banyak bir akan menyebabkan obesitas adalah tidak benar.

"Tak ada bukti peminum bir rata-rata lebih mengalami obesitas daripada yang tak minum atau peminum anggur atau spirit,” kata peneliti.

Sebuah studi yang dipublikasikan awal tahun ini mencurigai beberapa orang secara genetic rawan mengalami obesitas bila mereka mengkonsumsi bir.

Peneliti Italia menyatakan pria dengan variasi gen yang pasti mempunyai tendensi mendapat perut buncit.

Nigel Denby, dari British Dietetic Association, mengingatkan ‘pecinta’ bir agar tidak menggunakan penemuan itu untuk terus melakukan kebiasaan minum di pub.

"Masyarakat semestinya tidak mengasumsikan bahwa mereka sekarang dapat minum dengan bebas,” katanya kepada BBC News Online. "Makanan bisa berdampak memicu obesitas. Minum berbagai jenis alcohol juga dapat memicu obesitas.”

Ads 970x90